Wednesday, January 30, 2008
Bekas tambalan bisa ditambal
Wednesday, January 16, 2008
Barbeque... jilid 2
Monday, January 14, 2008
Barbeque-an di malam taon baru...
Inikah jiwa masyarakat kita yang sakit? atau malah kampungan?
Yth. Para Pengguna Jalan Raya
Saya mau sedikit mencurahkan apa yang saya rasakan di dalam hati saya. Perasaan ini berhubungan dengan kejadian yang saya dan banyak pengguna jalan lain pada hari minggu pagi, 13 Januari 2008 sektar pukul 02.00. Lokasi kejadian terletak di sepanjang Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur sampai dengan Jalan Raya D.I. Panjaitan, Jakarta Timur.
Saya pulang dari rumah mertua di Tambun, bekasi pukul 01 dinihari bersama istri dengan mengendarai sepeda motor. 1 jam pertama saya sangat menikmati perjalanan dan motor dapat melaju dengan lancar dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Tetapi ketika sampai di perempatan Jl. Raya Kalimalang, dimana biasanya terdapat banyak penjual buah2an pada saat siang hari, atau sebelum universitas Borobudur bila dilalui dari arah bekasi ke Cawang, kami dikejutkan oleh suara knalpot yang menggelegar dan suara sirene dan klakson
yang sangat ramai dari arah kiri depan kami. Kondisi kami saat itu sedang melaju karena lampu lalulintas berwarna hijau. Tiba-tiba ada serombongan orang (+/- 40 motor Honda Tiger Revolution) yang membelok dengan kecepatan tinggi dan ada satu atau dua motor yang menghadang perjalanan kami. Saya berusaha mengerem, dan tidak mungkin mengerem dengan keras karena hal itu sama saja konyol, saya bisa terjatuh karena kemungkinan roda akan mengunci. Jadi, saya berhasil menghindari tabrakan dengan kendaraan yang memblokir
jalanan tetapi malah masuk ke dalam konvoi mereka. Saya perhatikan di box motor mereka tertulis www.tiger-revo.
Nah.. sekarang malah terjadi hal-hal yang kurang simpatik dari orang-orang yang memiliki kemampuan berlebih dari sisi finansial. Karena berada dalam rombongan, mereka berusaha membuat saya mundur dengan banyak cara. Pertama memainkan gas, kemudian membunyikan klakson, mendahului saya dengan jarak yang sangat tipis, dan terakhir yang sangat2 tidak masuk di nalar, telapak
tangan kanan saya yang memegang selonsong gas ditepuk sampai dua kali. Perlakuan seperti itu bukan saya saja yang menerima, sebuah sepeda motor yang dinaiki oleh suami istri yang sudah cukup berumur dipaksa untuk mengerem dengan keras dan hampir keluar dari jalan raya. Saya sudah berfikir motor tersebut akan jatuh. Alhamdulillah.
beruntun antara tiga mobil. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Mereka berkonvoi membentuk dua lajur tetapi ada beberapa motor yang maju sehingga membentuk tiga lajur dan melakukan gerakan2 zig-zag.
Memasuki jalan D.I. Panjaitan, dibawah jembatan tol mereka memainkan gas, membunyikan klakson dan sirine dan hal itu membuat suasana sangat2 tidak menyenangkan. Saya sempat bertemu kembali dengan orang yang menepuk tangan saya dan saya letakkan telunjuk saya di kepala, maksud saya "HEI, PAKE OTAK DONG KALO' BAWA KENDARAAN". Dia memberi isyarat dengan mengangkat jempol. Saya cuma lambaikan tangan saya sambil berfikir, "Ah... Ga ada gunanya ngurusin orang yang ga bisa menghargai orang lain.."
Selesai? Belum....
"apa lagi nih maksudnye?"
Ternyata mereka berpamit2an, karena mereka akan berpisah arah. Bayangkan, mereka pamitan di tengah jalan dan menyebabkan kemacetan dan lagi2 saya dan orang2 dibelakang mereka harus mengerem dengan kuat..
Pertanyaan saya...
1. Apa mereka itu tidak punya otak?
2. Apa mereka itu tidak punya hati?
3. Apa mereka itu semua terbuat dari bahan anti luka?
4. Apa mereka itu TUHAN?
5. Apa mereka itu beda dengan geng motor yang kemarin2 marak di Bandung.
Coba saya kutipkan Visi mereka
VISI
Menjunjung solidaritas, kekeluargaan dan persatuan pecinta Honda Tiger Revolution pada khususnya dan pecinta bikers pada umumnya.
Mana solidaritasnya? Apakah solidaritas itu berarti "Hei, lo minggir dong... Motor gua mau lewat!"
Mana rasa kekeluargaannya? Apakah kekeluargaan itu berarti, "Hei, lo minggir dong.. Gw mau cepet sampe rumah. Gua dah kangen sama anak2 gua!"
Mana persatuannya? Apakah persatuan itu berarti, "Hei, lo minggir dong.. Rombongan gw ga boleh pecah nih...!"
Wah, saya rasa mereka harus banyak belajar sama keponakan saya yang baru berumur 1,5 tahun..
MISI
1. Sebagai wadah komunikasi dan aspirasi pecinta motor Honda Tiger Revolution.
2. Memberikan kontribusi dan manfaat positif kepada masyarakat.
3. Menjadi partnership sesama pecinta kendaraan bermotor dengan tidak mengesampingkan pekerjaan dan keluarga.
saya rasa nomor 2 dan 3 dari misi ini di hapus saja.. karena tidak ada buktinya. Tidak ada manfaat positif bagi saya dan pengguna jalan lain yang anda dhalimi. Kontribusi ada, yaitu membuat pengguna jalan lain harus selalu waspada bila berhadapan dengan anda semua. Dan saya tidak mau berpartnership dengan anda! Karena sifat orang dapat terlihat dari perilakunya di jalan raya.
Bagaimana kalau sampai ada yang tersenggol oleh motor anda sehingga jatuh dan luka2. Apa anda mampu bertanggung jawab?
Saya lihat di susunan organisasinya ada Seksi Agama & Sosial. Saya rasa anda harus bekerja keras, Mas. Kelakuan2 seperti ini tidak dapat dimaafkan. Dan keridhoan Allah SWT adalah keridhaan orang yang dianiaya dan memaafkan. Mohon anda dapat membantu diri anda dan teman2 anda untuk berubah ke arah yang lebih baik. Sehingga VISI dan MISI organisasi anda bukan cuma pepesan kosong.
Ah, saya rasa cukup itu saja unek2 saya. Terima kasih.
Afif Hardian Syah
Pengguna Jalan Raya Juga
Wednesday, January 09, 2008
TransJakarta (Busway) and its barrier
And it must be run by his subordinate, including the regional Police (Polda
Metro Jaya) without any compromise about the traffic disruption. Giving
punishment to indiscipline cars, motorbike and public transport whatever
they did will make it example meaning of discipline. If situation on the
field cannot make the action done, just record the number (vehicle number)
and give the copy by postmail directly to the owner to attend the court.
And it's program has been helped by many industries (and/or complex) by
provide bus transport to help their employee reach their office and back to
their home. It's good because it reduce the usage of private cars and
motorcycle.
But unfortunately, some people didn't agree about that. Most of them are
personnel of public transport car (angkot) that they have their income was
reduced by industries program. Then, they stopped the industries transport,
and hit the transport. And the Police (that their motto : Melindungi dan
melayani = Protect and Serve) did not do anything. Just watching without any
preventive action while they (the riots) get their party.
Well.. when it happened, what instances that we, people of Jakarta hope and
trust? no one... Police?? nope... DLLAJ?? nope... Local government?? nope..
Saturday, January 05, 2008
Indah dan Semu
debur dan degub berpacu bagai jejak kaki
rasa kurasa kini rasuk sanubari
impian nan impian kabur bagai kabut
mentari.. mentari.. hangatkan hatiku
mentari.. mentari.. hanyutkan hatiku
sungai... hidupkan kembali rasa
sungai... berikan hidupku yang fana
dunia fana.. dunia yang indah nan semu
sesemu pasir tergenggam dalam air
cinta kan slalu nyata, dalam hati
yang terhidup yang tergantung
kuat kian pedihkan hati
tuk tegarkan karang ditengah ombak
tangguh... karangpun kuingin menjadi
tuk slalu berharap datangnya mentari
Sunday, December 23, 2007
Suropati
Friday, November 23, 2007
Cara ngebuat Fiberglass dan formulanya
Bahan :
- Resin (bahan dasar)
- Katalis (pengeras
)
- Matt (Serat kaca)
- Gel (pembatas cetakan)
- Talc (agar campurn resin menjadi kental seperti plastic)
- Silicon RVT (buat cetakan duplikasi)
- Carbon Cloth / Fiberglass Cloth
- Mirror Glazer (agar resin tidak menempel) atau Vaselin (non cosmetic)
- Meguair (ga tau gunanya)
1. Resin + Katalis = mudah pecah
2. Fiberglass Cloth + Resin + Katalis
3. Resin + talk + Katalis = Kuat
Perbandingan campuran.
Resin : Katalis = 1 liter : 10cc (0,01 L)
Cara buat cetakan
- Fiber.
Kekurangan : sulit membentuk sudut2 tajam.
Kelebihan : murah dan mudah
Saran : Ini untuk membuat beberapa hasil jadi yang disambung menggunakan mur dan baut (atau per pieces)
- Rubber
Kekurangan : Harga mahal, mudah sobek
Kelebihan : mudah membentuk sudut2 tajam
- Karton / Kardus
Kekurangan : Tidak kaku alias mudah mleot.
Kelebihan : sangat mudah dibuat, sangat murah, trus dapat menggunakan kawat nyamuk serta dempul.
- Tanah Liat
Option terakhir karena sulit mencarinya, tapi jauh lebih mudah ngebentuknya.
Untuk membuat sebuah master, membuatnya dapat dengan bahan-bahan tersebut di atas. Jika memiliki produk jadi dan ingin dibuat master, produk jadi tersebut di tutup menggunakan stiker atau selotape kertas yang lalu di lapisi dengan Mirror Glaze agar bahan fiber dalam bentuk resin tidak menempel.
Sunday, November 18, 2007
cuci steam ama ga??
Saturday, November 10, 2007
hujaaaan again
1 bytes, 1 bits, 1 kb atau..??
| Old Standard |
| 1 bit (b) 1 byte (B) = 8 bits 1 Kilobyte (K / KB) = 10^3 bytes = 1,000 bytes 1 Megabyte (M / MB) = 10^6 bytes = 1,000,000 bytes 1 Gigabyte (G / GB) = 10^9 bytes = 1,000,000,000 bytes 1 Terabyte (T / TB) = 10^12 bytes = 1,000,000,000,000 bytes 1 Petabyte (P / PB) = 10^15 bytes = 1,000,000,000,000,000 bytes 1 Exabyte (E / EB) = 10^18 bytes = 1,000,000,000,000,000,000 bytes 1 Zettabyte (Z / ZB) = 10^21 bytes = 1,000,000,000,000,000,000,000 bytes 1 Yottabyte (Y / YB) = 10^24 bytes = 1,000,000,000,000,000,000,000,000 bytes Note: A third definition of Megabyte is that used in formatting floppy disks: 1 Megabyte = 1,024,000 bytes. |
| IEC Standard |
| 1 bit (bit) 1 byte (B) = 8 bits 1 kilobyte (kB) = 10^3 bytes = 1,000 bytes 1 megabyte (MB) = 10^6 bytes = 1,000,000 bytes 1 gigabyte (GB) = 10^9 bytes = 1,000,000,000 bytes 1 terabyte (TB) = 10^12 bytes = 1,000,000,000,000 bytes 1 petabyte (PB) = 10^15 bytes = 1,000,000,000,000,000 bytes 1 exabyte (EB) = 10^18 bytes = 1,000,000,000,000,000,000 bytes 1 zettabyte (ZB) = 10^21 bytes = 1,000,,000,000,000,000,000,000 bytes 1 yottabyte (YB) = 10^24 bytes = 1,000,000,000,000,000,000,000,000 bytes Note: Note the use of a lowercase "k" in the abbreviation for kilobyte, in keeping with the metric system. |
KASKUS and Matrix Broadband
internet pake hp..
Perubahan isi blog
Sunday, May 20, 2007
Pilkada DKI. Milih atau nggak ya? (01)
Diambil di jalan Utan Kayu, Jakarta Timur pada tanggal 20 Mei 2007 (minggu) sore.
omong-omong, Pilkada tuh kampanye bukannya tanggal 21 Juli sampai 4 Agustus?
mohon lihat ke http://www.perspektif.net/indonesian/article.php?article_id=655 sebagai refrensi jadwal pilkada DKI Jakarta.
Semangat warna oranye ini jelas identik ama JakMania. Tapi kalo nyolong start gini, berarti men-identikkan JakMania sebagai tukang colong start (yang artinya negatif) dunk... Nah, salah sapa kalo gitu?
Nanti akan lebih aktif mengumpulkan gambar-gambar kecurangan Pilkada yang lain deh.... Mumpung saya orangnya mobile. Tapi ga janji yaaa...
oya, saya bukan pendukung partai apapun juga. ini gambar kebetulan saya lewat sana yah saya ambil dan pertama kali yang saya temui. Kalo ada rekan-rekan lain yang mendapatkan gambar kecurangan, boleh saling posting "temuan" anda.
Keluarga, dimanakah engkau? (2)
Sudah banyak pendidikan atau hasil riset yang mengatakan bahwa kelakuan anak berasal dari efek pendidikan orang tuanya juga, dan waktu yang diberikan orang tua untuk anak.
Mungkin beberapa pembaca pernah membaca mengenai cerita yang beredar diantara mailing list, yaitu anak yang menyewa waktu ayahnya yang super sibuk hanya untuk menemani ngobrol. Disatu sisi, saya melihat bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi, namun dengan kepolosan seorang anak, hal tersebut dapat terjadi.
Jadi, terkadang jika kita menyalahkan anak yang "melenceng", salahkan dulu diri kita sendiri. Apakah kita mendidiknya dengan benar atau salah?
Thursday, May 10, 2007
Dewasa ?? Ngarep !!!
Tapi kali ini gw gak menyorot ke hak prerogatif tersebut, namun lebih kepada partai politik di belakangnya.
Masih ingat bahwa partai politik apapun hasilnya reshuffle tersebut berkoar bahwa mereka akan mendukung selama masih dalam koridor demi kepentingan rakyat.
Dan reshuffle itu akhirnya menelan korban beberapa kader partai pendukung. Nah disini kemudian ujian kedewasaan dimulai. Apa mereka benar-benar dewasa?
Coba saja buka beberapa literatur online mengenai pasca reshuffle, atau berita TV. Sangat tampak beberapa partai yang dulunya mengumandangkan kedewasaan politik ternyata menjadi sangat tidak dewasa. Mereka berkoar-koar untuk menarik dukungan kepada pemerintah, menarik anggota lainnya yang masih berada dalam kabinet tanpa memperhatikan apakah anggota tersebut dibutuhkan kinerjanya oleh masyarakat. Yang penting, mereka kecewa berat dan langsung ngambeg. huh... Jadi ingat keponakan kalo pas senang, langsung datang. Tapi begitu kecewa, langsung ngambeg. Tapi inilah faktanya.
Saya cuma mo ngomentari saja, coz gemas juga melihat ketololan karena ketidakdewasaaan partai politik yang mau mempermainkan kepentingan rakyat yang memilih mereka.
any comment?
Tuesday, April 24, 2007
Keluarga, dimanakah engkau?
topik berikutnya.
Kita melihat bahwa lingkungan sekarang ini sudah sangat liberal (setidaknya menurut pandangan saya), dimana banyak anak muda yang hanya mengejar kesenangan dan kemudahan tanpa mengetahui bahwa dibalik kesenangan tersebut cukup banyak kerugian yang akan ditunai. Jujur saja, penulisan saya kali ini berdasarkan pengalaman saya dalam menghadapi beberapa orang yang "bermasalah" dengan hal ini.
Kita tidak dapat menyalahkan segala macam media dan informasi begitu saja tanpa memandang diri kita sendiri, setidaknya orang yang telah menikah dan telah memiliki keluarga utuh, atau orang yang dapat dijadikan panutan untuk segala macam tindakan negatif yang dilakukan anak-anak muda Indonesia, khususnya Jakarta yang notabene adalah kota besar dimana segala macam berkumpul didalamnya, baik yang buruk maupun yang baik.
Pernah saya mendapatkan sebuah contoh yang cukup baik, seorang gadis yang terlihat cukup bahagia dan setidaknya terlihat dari luar saya undang ke rumah dimana keluarga saya selalu berkumpul (saat sebelum semuanya menikah dan meninggalkan rumah) dalam sebuah ruangan, entah itu untuk sekedar menonton TV, membaca koran, atau santai sejenak melepas penat. Anak muda ini jika diluar selalu terlihat bahwa dirinya tidak terjadi sesuatu atau adanya
beban berat mengenai keluarga.
Saat gadis tersebut melihat ini semua, saya melihat tatapan matanya kosong dan sejenak seperti mengambang. Sesuatu yang aneh, karena keluarga saya selalu menerima tamu dengan hangat seakan-akan keluarga sendiri. Dan setelah kejadian tersebut, barulah gadis ini mengatakan bahwa dirinya sebenarnya merasa "diterima" sebagai sebuah anggota keluarga dari keluarga yang sebelumnya asing bagi dirinya. Dan pada akhirnya keluarlah cerita bahwa ternyata keluarganya adalah keluarga yang berantakan. Tentu saya tidak akan menyinggung lebih jauh lagi, namun untuk gambaran saja bagaimana berantakan itu yah bisa dikatakan dirinya menjadi saksi pecahnya gelas dan piring serta kerasnya daun pintu dibanting. Belum termasuk bentakan-bentakan sehingga dirinya, bahkan adik dan kakaknya tidak betah untuk berkumpul yang membuat mereka selalu berada di luar rumah. Dari sini mengalirlah sebuah cerita yang
cukup mencengangkan saya, karena pada awalnya mengira bahwa gadis ini tidak menghadapi sesuatu yang berat.
Dikesempatan lain, ada kedua teman dari kakak saya menginap dirumah untuk mengerjakan skripsinya. Kebetulan kami semua laki-laki dan yang mereka juga laki-laki. Tapi dalam keluarga kami, semua tamu terlebih tamu yang menginap adalah anggota keluarga yang datang dari jauh sehingga kemi menganggap mereka saudara kami sendiri, bahkan saya menganggap mereka juga kakak. Mereka sempat merasa bahwa mereka betah untuk tinggal di rumah saya
ketimbang di rumah mereka masing-masing. Dan disuatu waktu, saya diajak kakak saya untuk menyambangi rumah keduanya yang menurut saya cukup mewah, lebih bersih ketimbang rumah saya, dan serba teratur. Hmm.. sungguh rumah yang ideal. Tapi apakah memang benar? Tunggu dulu.
Kedua orang tua teman kakak saya tersebut selalu pulang malam, dan setelah pulang tidak pernah ada keinginan untuk berkumpul dalam ruang keluarga. Semuanya langsung masuk ke kamar, termasuk anak-anaknya. Dan ini rutin setiap hari. Cukup kontras untuk ukuran saya dan bagi saya pada awalnya menyenangkan karena hal tersebut menandakan kurangnya pengawasan. Saya bisa melakukan apa saja di rumah. Tapi, itu hanya awal dan itu yang terlihat dari luar. Sebenarnya mereka cukup kesepian dan bosan.
Apakah harta benda bisa mengganti kebahagiaan? Lihat lagi contoh di atas. Dan mungkin bagi yang melihat harta adalah segala-galanya, ada benarnya. Tapi lihatlah lebih ke dalam lagi. Apakah iya mereka bahagia dengan hartanya? Contoh yang baik bisa ditemui dalam beberapa komik kanak-kanak yang terkadang kita cenderung mencibir, tapi sebenarnya hal itu adalah
cerminan diri kita sendiri yang dibuat parodi atau dalam bentuk cerita lain. Misalnya saja komik Donal Bebek. Dalam beberapa ceritanya, ada yang dipanggil Paman Gober yang sangat-super kaya dan masih tamak untuk mengejar harta. Tapi apakah iya dirinya bahagia? Selalu merasa terancam dengan adanya Gerombolan Siberat, Nenek sihir, Dinas Pajak, Sales, dan bahkan
Kwak-Kwik-Kwek (keponakannya).
to be continue......
Monday, March 12, 2007
Inovasi atau Invensi ? Penting mana ?
penemuan ini akan sangat berperan dan merasuk dalam kehidupan manusia modern
saat ini. Akan tetapi, sadarkah jika invensi-invensi tersebut tidak semuanya
dipergunakan untuk kelangsungan hidup manusia? Sadarkah bahwa invensi
tersebut pada awalnya hanya berupa angan-angan belaka? Bahkan mungkin pada
jamannya dianggap mimpi di siang bolong?
Kita lihat salah satu contoh yang terjadi saat ini. Antariksa atau luar
angkasa. Dari dulu manusia hanya dapat memandangi angkasa sebagai bagian
dari bumi dan tanah. Manusia saat itu memandang luar angkasa berupa seperti
tirai hitam raksasa yang selalu berubah dari terang dan gelap. Namun, jika
bukan karena mimpi ada orang yang akan naek ke luar angkasa, bahkan merapat
ke bulan. Itu awalnya hanya mimpi, dan dongeng. Akan tetapi jika kita
memandang sejarah, mungkin kita akan mentertawakan orang yang saat itu
mentertawakan orang yang bermimpi itu. Dan mimpi itu kemudian perlahan-lahan
diwujudkan dalam bentuk penemuan-penemuan yang sebelumnya tidak masuk akal.
Dari penemuan tersebut kemudian dilakukan inovasi menjadi sebuah invensi
baru dan pada akhirnya manusia pun berangkat ke bulan.
Dari sini, penting mana invensi atau inovasi?
Menjawab pertanyaan ini, seperti menjawab duluan mana antara ayam dan telur.
Namun jika menjawab pertanyaan terakhir lebih ke arah spiritual dan
keyakinan akan Sang Penguasa Alam Semesta, menjawab pertanyaan pertama akan
lebih kepada pemikiran dan logika.
Invensi merupakan langkah awal dari sebuah peningkatan. Invensi dibuat untuk
menjawab mimpi-mimpi yang ada. Akan tetapi hanya menjawab mimpi, bukan
menjawab apa yang dibutuhkan oleh manusia. Sedangkan kita sebagai manusia
lebih mengetahui bahwa kita tidak hanya membutuhkan jawaban akan mimpi,
tetapi menjawab kebutuhan kita sendiri. Dari sini, manusia membuat banyak
jawaban dari mimpi mimpi yang ada hingga kemudian didapat jawaban akan
kebutuhan dengan melakukan pengembangan. Pengembangan ini bisa bersifat
"lean" atau kecil bisa juga "major" alias besar, bahkan "revolusi" alias
lompatan besar. Dan ini yang disebut inovasi. Dan inovasi ini kemudian akan
menjawab banyak pertanyaan hidup manusia, bukan sekedar mimpi.
Akan tetapi, secara kodrat manusia tidak mudah untuk puas. Manusia melakukan
inovasi-inovasi hingga menciptakan banyak kebutuhan baru. Seperti contoh
yang dapat terlihat, jaman dulu kita kalau bisa kita dalam berbisnis tidak
mengutang alias bermodalkan pada diri sendiri. Penemuan-penemuan terus
bermunculan sehingga memunculkan kebutuhan akan peminjaman modal. Peminjaman
modal berarti utang. Dan ini adalah kebutuhan baru yang tercipta karena
adanya inovasi.
Dan saat manusia dalam kondisi terjepit, biasanya akan muncul revolusi dalam
invensi maupun inovasi. Dapat terlihat pada saat perang. Setiap perang akan
menghasilkan banyak Invensi maupun Inovasi tergantung kepada kebutuhan.
Sebelum perang, pesawat terbang yang dipergunakan masih berupa pesawat
terbang konvensional dan dalam perang pula muncul invensi teknologi mesin
jet hingga meng-inovasi bentuk dan kebutuhan dari hidup manusia dalam
kondisi perang dan kemudian disesuaikan untuk kebutuhan damai. Dan itu akan
terus berlangsung hingga sekarang ini.
Jadi, masih pentingkah pertanyaan "Penting mana, invensi atau inovasi?"
Safety Factor
Banyak kecelakaan maupun tragedi yang terjadi karena Safety Factor
dikesampingkan dengan alasan ekonomi. Paling mudah adalah penggunaan ban
yang di vulkanisir berulang kali (padahal ada masa pakainya), namun dipakai
untuk ngebut dan bawa beban berat.
Masihkah anda semua ingat akan tragedi dimana seluruh penumpang sebuah
armada bus terbakar hidup-hidup saat terjadi kecelakaan dimana bus tersebut
mengambil bahu jalan untuk menyalip. Dan parahnya, alat safety untuk darurat
sudah pada hilang, lalu pintu juga tidak dapat dibuka karena menggunakan
hidrolis.
Semuanya kembali kepada masalah ekonomi dan ujung-ujungnya adalah efisiensi
karena cost yang besar. Padahal, dengan adanya kecelakaan, jelas cost yang
ditanggung hampir 4x lipat lebih besar daripada saat investasi untuk Safety
Factor (Tools, maupun Maintenance). Tidak percaya? Coba dirunut ke awal
dengan mengambil contoh bus yang terbakar. Harga sebuah palu penyelamat
mungkin paling mahal adalah 50rb per buah dan dalam 1 bus musti ada 3 atau 4
unit. Berarti investasi 200rb. Lalu melakukan maintenance pada pintu. Paling
mahal mencapai 3 jt. Total mencapai 3,5 jt. Dan kecelakaan terjadi disusul
kebakaran, maka cost recovery untuk kecelakaan tersebut ada beberapa faktor,
yaitu harga bus dan modifikasinya, biaya penggantian barang bawaan.
Tapi dengan dihilangkannya safety factor ini, lihat saja urutannya. Dengan
terbakar hidup-hidup seluruh penumpang (anggap sja 60 penumpang), maka biaya
santunan harus diperhitungkan. Karena adanya korban jiwa, jelas sekali
minimal mencapai 50jt per orang (tapi kita tahulah bagaimana hukum berjalan
di Indonesia. Konteks di sini dalam kaitannya dengan hukum yang berlaku dan
ditaati) maka mencapai 3 milyar untuk penumpang. Belum lagi dilihat dari
harga bus, harga dan yang lainnya hingga kasar-kasarnya mencapai 5 milyar
belum termasuk pemulihan nama baik yang biayanya tidak sedikit.
Jadi, apa masih perlu mengesampingkan Safety Factor?
